Inilah saat dimana aku berharap bisa tidur.Sekolah.Atau penyiksaan lebih tepatnya?Seandainya ada jalan lain menebus dosa-dasaku.Kejenuhan ini selalu sulit diatasi;setiap hari terasa lebih monoton dari sebelumnya.Mungkin bagiku inilah tidur_jika didefinisikan sebagai bentuk berdiam diri disela aktifitas harian Aku menatap rekahan di pojok kafetaria,membayangkan bentuk-bentuk abstrak.Itu salah cara memelankan suara-suara riuh dikepalaku.Beratus suara ini membuatku mati kebosanan.Jika menyangkut pikiran manusia,aku telah mendengar segalanya,dan lagi,hingga ratusan kali.Hari ini tercurah pada sebuah peristiwa sepele,kedatangan seorang murid pindahan.Tidak terlalu sulit menyimpulkan pikiran-pikiran itu sekaligus.Aku telah melihat sosoknya berulang-ulang,dari pikiran ke pikiran,dari segala sudut.Cuma perempuan biasa.Kegemparan akibat kedatanganya mudah ditebak_sama seperti menunjukkan benda berkilau pada anak kecil.Setengah laki-laki hidung belang bahkan sudah ingin bermesraan dengannya,hanya karena ia anak baru.Aku mesti lebih keras mengacuhkan mereka.hanya empat suara yang coba kuredam demi kesopanan dan bukannya tak suka:milik keluargaku,yang terbiasa tanpa privasi disekitarku hingga tak peduli lagi.Aku coba menjaga ruang pribadi mereka sebisanya.Berusaha tidak mendengarkan,kalau itu mungkin.Berupaya sekuatnya,tapi tetap saja....aku tahu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar